MARKUS 13:1-8, 13
Thema : BERJAGA MENYAMBUT KEDATANGANNYA
Apa yang kita lakukan ketika kita menjadi seorang siswa atau seorang anak dan mengatakan kepada guru kita “Pak guru, bagus sekali ya gedung itu” sedangkan guru kita menjawab dengan sinisnya”ah, paling nanti kalau ada gempa ya runtuh!”
Atau ketika kita mengatakan “harum sekali ya bunga ini” lalu lawan bicara kita menjawab “ah, bentar lagi ya layu, sudah ga ada bau wanginya”
Apa yang kita lakukan, atau perasaan apa yang muncul dengan jawaban yang singkat, sinis dan cenderung meremehkan Tentu kita akan kecewa dengan jawaban tersebut. Bahkan kita akan mutung dibuatnya.
Apakah Yesus ketika ditanya oleh para muridNya juga menjawab dengan sinis, meremehkan pertanyaan muridNya? Tentu tidak. Yesus menjawab dengan lugas dan tegas. “Kau lihat gedung yang hebat ini? Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.” Tentu, ketika para murid mendapat jawaban yang lugas dan tegas itu, merasa terkejut dengan jawaban Yesus.
Bapak ibu dan saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, thema kotbah kali ini adalah : BERJAGA MENYAMBUT KEDATANGAN-NYA
Bacaan di atas diawali dengan perbincangan antara para murid dengan Yesus sesaat setelah mereka keluar dari dalam Bait Allah. Para murid begitu mengagumi akan kekokohan dan kemegahan bangunan Bait Allah dengan mengatakan,”Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu.” Tentunya harapan dari para murid adalah Yesus mendukung kekaguman mereka, tetapi ternyata Yesus berkata lain,”Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.” Para murid tentunya penasaran terhadap pendapat yang dilontarkan oleh Yesus, sehingga ketika Yesus mulai duduk di atas bukit Zaitun dan menghadap Bait Allah Petrus, Yakubus, Yohanes dan Andreas melanjutkan perbincangan mereka, “Katakan kepada kami, kapan hal itu terjadi, dan apakah tanda-tandanya?” Dengan penuh kebijaksanaan Yesus menjawab pertanyaan mereka diawali dengan kata “Waspadalah!” Mungkin kalau kit asempat melihat tayangan Patroli di televise, kata-kata ini selalu dilontarkkan oleh bang Napi selesai dari berita. Demikian juga dengan apa yang dikatakan Yesus; “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!(tanda seru)” Ditinjau dari segi bahasa, kata-kata Yesus tersebut merupakan suatu perintah, suatu peringatan. Lalu Yesus melanjutkan kata-kata-Nya,”Akan datang banyak orang dengan memakai nama-Ku dan berkata :Akulah Dia, tetapi mereka akan menyesatkan banyak orang.” Akan dating banyak nabi-nabi palsu dan mengiming-imingi kita dengan kemakmuran, kenikmatan, kedudukan, kesejahteraan, kesenangan, tetapi semua itu hanyalah fana, karena hanya bersifat duniawi. Banyak sekali jenis-jenis penyesatan yang ditawarkan oleh dunia : seperti melalui iklan iklan di televise : ketik reg spasi nama spasi tanggal lahir krim ke 9900, maka saya akan meramal masa depan Anda. Apalagi di saat situasi kita lemah, di saat kita sakit, saat kita kelaparan, saat kita tidak segera mendapatkan jodoh banyak penawaran yang menggiurkan , yang penting kita tinggalkan iman kita.Maka Yesus berkata Waspadalah! Maka disaat kita lemah, kita harus tetap berkomitmen terhadap kepercayaan kita terhadap Tuhan. Saya patut berbangga terhadap komitmen dari saudara kita seiman , tetangga saya sendiri, yang begitu berpegang teguh terhadap pendiriannya. Saat ia dikenalkan dengan seseorang dan istilahnya rembug tua, dia mau untuk menerimanya, asal dengan satu syarat, kamu ikut saya, bukan saya yang ikut kamu. Banyak saudara-saudara kita berada pada posisi yang lemah saat terbentur dengan masalah jodoh, apalagi kaum wanita. Ketika kita diiming-imingi harta, maka iman kita mulai goyah, ketika kita diiming-imingi kedudukan, iman juga mulai goyah.
Lalu bagaimana tanda-tanda dari akhir zaman? Yesus berkata : “Dan apabila kamu mendengar deru perang, bangsa melawan bangsa, kerajaan melawan kerajaan, terjadi gempa bumi diberbagai tempat dan bencana kelaparan, itulah tanda-tanda akhir zaman.”
Bapak ibu dan saudara, saat ini peperangan masih terjadi di berbagai belahan dunia, di Pakistan, di Afganistan, perang saudara di Filipina, ……………… terlebih peperangan antara Palestina dan Israel yang tidak kunjung padam. Gempa bumi juga terjadi dimana-mana, diberbagai belahan pulau di Negara kita, terutama di Sumatra , Jawa, Maluku dan Papua, dengan meninggalkan berbagai penderitaan, kelaparan, penyakit. Meski eperangan, kelaparan dan gempa bumi sudah terjadi sejak lama, itu barulah permulaan dari dari akhir zaman. Kita sudah berada di akhir zaman, tetapi baru dalam tahap permulaan.
Bapak ibu dan saudara, di Internet banyak beredar berita bahwa tahun 2012 akan terjadi kiamat. Adalah suku Maya, bagian dari suku Indian kuno, yang tidak mampu meramal atau menemukan kejadian-kejadian setelah tahun 2012, sehingga suku Maya mengambil kesimpulan bahwa setelah tahun itu, akan ada zaman yang baru. Sedang menurut para ahli astronomi, tahun tersebut akan terjadi hujan meteorit, batuan-batuan pijar yang cukup besar akan menghantam bumi, akan terjadi kekacauan dimana-mana, akan meluluhlantakkan bangunan bangunan yang kokoh, bangunan- bangunan yang bersejarah, yang mutakhir. Hal itu digambarkan oleh film keluaran Hoolywood dengan judul 2012.
Kamis, 17 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar