Kamis, 01 Desember 2011

IBADAT JUMAT PERTAMA
DESEMBER 2011
 Lagu Pembukaan
 Tanda Salib
I : Dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus
U : Amin
I : Semoga rahmat Tuhan kita Yesus Kristus dan cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus beserta kita
U : sekarang dan selama-lamanya
 Anak-anakku yang dikasihi Tuhan dan mengasihi Tuhan, Selamat pagi
Pada pagi hari ini, ditengah-tengah kesibukan kita dalam melaksanakan kegiatan Ulangan Umum Semester Gasal, kita tidak lupa untuk mengungkapkan rasa syukur kita kepada Tuhan, dan berdoa untuk menghormati Hati Kudus Yesus dalam ibadat Jumat I. Saat-saat ini kita juga sudah masuk dalam masa Adven, masa penantian yang penuh dengan harapan dan sukacita akan kedatangan Tuhan dan masa untuk mempersiapkan Natal dengan sikap pertobatan. Masa ini memiliki dua tujuan, yaitu mempersiapkan Hari Raya Natal, yaitu perayaan kedatangan Tuhan yang pertama di antara manusia, dan yang kedua mengarahkan hati kita supaya kita tetap berjaga-jaga untuk menantikan kedatangan Tuhan yang kedua kalinya pada akhir zaman. Supaya dengan tetap berjaga-jaga, kita tidak akan kehilangan kemulianNya. Untuk itu marilah kita hening sejenak, mengenang kembali cinta Tuhan kepada kita. Tuhan bersabda : Kasihilah Tuhan Allahmu dan Kasihilah sesamamu manusia. Namun karena kepapaan kita, karena kekurangan kita, karena dosa-dosa kita, kita tidak mampu untuk melaksanakan sabda Tuhan tersebut dengan sepenuh hati. Untuk itu kita akan ungkapkan sesal dan tobat kita Buka madah bakti no
Saya mengaku, kepada Allah Yang Mahakuasa, dan kepada Saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon, kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang – orang kudus, dan kepada Saudara sekalian supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Semoga Allah yang Maha Kuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita pada hidup kekal. Amin.
 Doa pagi : Bapa di surga .....
Ya Allah yang Kudus, terima kasih atas penyertaanMu dalam hidup kami. Mampukan kami untuk tetap berpegang teguh pada iman akan Yesus Putera-Mu. Meski kami tidak melihat, namun kami percaya bahwa Engkau selalu mendampingi dan menaungi langkah hidup kami, dan memberi kami keselamatan. Jauhkan kami dari perbuatan-perbuatan jahat. Demi Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.
 Marilah kita siapkan hati dan pikiran kita untuk mendengarkan sabda Tuhan
Pembacaan dari Matius 9:27-31
Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud." Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya."Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." Maka meleklah mata mereka. Dan Yesuspun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: "Jagalah supaya jangan seorangpun mengetahui hal ini." Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu
 Homili :
Kisah Seorang Anak Negro
Kisah ini saya dapat internet, yang berkaitan dengan Inspiring Story
Tokoh cerita di sini adalah seorang anak kulit hitam. Kisahnya tidaklah sehebat kisah-kisah heroik yang lain. Hanya sebuah kisah sederhana tapi sangat menginspirasi.
Sebuah kapal barang berlayar di Samudra Atlantik. Di buritan kapal ada seorang anak negro kecil, dia adalah seorang pekerja suruhan. Namun karena kurang hati-hati, anak ini tercebur ke dalam Lautan Atlantik yang bergulung – gulung ombaknya. Anak ini berteriak minta tolong, “tolong...., tolong...., help me...” Apa daya karena ombaknya sangat besar dan angin sangat kencang, orang yang berada di atas kapal tidak ada yang mendengarnya. Teriakan yang begitu kerasnya tidak sebanding dengan kerasnya suara mesin dan ombak yang menenrjang kapal itu. Dengan mata terbelalak dia melihat kapal barang tersebut bergerak makin lama makin menjauh.
Naluri bertahan hidup anak ini membuat dirinya berenang sekuat tenaga di dalam air yang sangat dingin. Dia mengerahkan segenap tenaganya untuk mengayuh kedua lengan kurusnya, berusaha keras agar kepalanya tetap berada di atas permukaan air, membuka matanya yang besar memandang ke arah kapal yang pergi semakin menjauh, makin lama makin kecil, akhirnya tidak terlihat lagi, sisanya sejauh mata memandang hanya lautan yang tak bertepi. Tenaga anak ini juga hampir habis, sebenarnya ia sudah tidak mampu berenang lagi, dia merasakan dirinya serasa akan tenggelam. Di saat-saat yang hampir menuju keputusasaan, hatinya berbisik pada dirinya sendiri. Saat itulah, di dalam benaknya terbayang akan wajah yang begitu welas asih dan pandangan mata yang ramah dari sang kapten kapal itu. Ia bergumam dengan dirinya sendiri"Tidak, kapten kapal setelah mengetahui saya tercebur ke laut, pasti akan kembali untuk mencari dan menolong saya!" Dengan berpikir demikian, anak ini berusaha dengan seluruh keberaniannya mengerahkan segenap tenaganya yang tersisa berenang lagi.
Nun jauh di sana kapten kapal menyadari bahwa anak negro itu telah hilang. Setelah dia memastikan bahwa anak itu tercebur ke laut, dia memerintahkan untuk berputar kembali untuk mencarinya. Saat itu ada orang yang menasehatinya, "Sudah sekian lama berlalu. Kalaupun dia tidak mati tenggelam, pasti sudah dimakan oleh ikan hiu...". Kapten kapal agak ragu – ragu, namun akhirnya ia tetap memutuskan untuk kembali mencari anak itu. Ada orang yang berkata, "Pantaskah tindakan ini hanya demi seorang anak negro?" Sang kapten menghardiknya, "Tutup mulutmu!". Di saat – saat terakhir ketika anak kecil itu hampir tenggelam, sang kapten tiba tepat pada waktunya dan anak itu tertolong.
Ketika anak negro tersebut tersadar, dia bersujud untuk berterima kasih kepada sang kapten kapal atas budi baiknya menyelamatkan nyawanya. Kapten itu memapah sang anak negro dan bertanya, "Bocah kecil, bagaimana kamu bisa bertahan begitu lama?"
Anak itu menjawab, "Saya tahu Bapak pasti akan kembali untuk menolong saya, saya tahu Bapak pasti akan datang!"
"Bagaimana kamu tahu saya pasti akan datang untuk menolongmu?", tanya kapten kapal lagi. "Karena saya percaya Bapak adalah orang yang demikian!", jawab si anak.
Mendengar jawaban tersebut, kapten ini menjatuhkan diri di atas kedua lututnya bersujud di hadapan anak negro tersebut, air matanya berderai memenuhi wajahnya, "Bocah kecil, bukan saya yang menyelamatkanmu, sebaliknya, adalah kamu yang telah menolong saya! Saya sangat malu atas keragu – raguanku saat itu..."
Bocah kecil ini percaya bahwa sang kapten adalah orang yang bijaksana, yang akan menyelamatkannya di saat yang tepat. Demikian juga halnya apa yang dilakukan oleh dua orang buta dalam bacaan di atas. Dengan berkata “
Kasihanilah kami, hai Anak Daud”, menyatakan ketidakmampuannya dalam satu hal, yaitu tdak mampu untuk melihat, tetapi ia bisa mendengar. Ia mendengar bahwa Yesus disebut sebagai anak Daud, yang mampu melaukuan mujzat. Meski ia tidak pernah melihat kapan dan dimana Yesus melakukan mujizat itu, tetapi ia mempunyai kepercayaan yang kuat bahwa Yesus juga mampu untuk menyembuhkan penyakitnya. Dan berkat percayanya, berkat imannya, ia bisa melihat.
Anak-anak yang terkasih, sering kali kita kehilangan kepercayaan, setidaknya kepercayaan diri. Kita meremehkan diri kita sendiri. Ketika ulangan, ketika tes semester, kita kehilangan kepercayaan diri kita dengan berusaha menanyakan jawaban kepada teman kita, yang kita anggap lebih mampu. Ketidaksiapan, menjadikan anak-anak kehilangan rasa percaya diri. Maka dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin, melalui membaca materi atau rangkuman atau soal-soal yang diberikan oleh bapak ibu guru, dan mengakui kelemahan kita dengan mohon berkat dan pendampingan dari Tuhan kita, niscaya kepercayaan diri anak-anak dalam mengikuti tes semester maupun ujian yang lain, dapat meraih keberhasilan.
 Marilah kita masuk dalam keheningan,
Kita hadirkan Yesus di hati kita dan kita rasakan kasihnya. Kita tetap percaya bahwa Tuhan tidak jauh dari kehidupan kita, Tuhan selalu memandang ke arah kita, namun kitalah yang sering meninggalkan-Nya.
o Terimakasih Tuhan atas sabdaMu yang sudah kami terima pada saat ini. Engkau sudah ingatkan kepada kami , bahwa kami lemah, kami tidak berdaya. Kami buta, meski bukan mata kami. Kami sering membutakan hati kami untuk tetap berdiam diri di saat saudara kami membutuhkan pertolongan, kami tidak membagi berkat yang kami terima dengan melimpah meski banyak saudara kami yang membutuhkan.Untuk itu sembuhkanlah kebutaan hati kami, kami mohon ....
o Tuhan Yesus, tumbuhkanlah percaya diri kami. Ajari kami untuk selalu bersiap diri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab kami. Sehingga setiap tugas dan tanggung jawab yang Engkau percayakan kepada kami mampu untuk kami selesaikan tepat waktu dan tidak mengecewakan Engkau, kami mohon .....
Ya Bapa, kami sungguh berserah kepada-Mu, dan kami akan satukan doa-doa kami, dengan doa yang sudah Engkau ajarkan kepada kami, Bapa kami yang ada di surga ...
Bunda Maria, Bunda kami semua, bunda segala pengantara segala rahmat, hantarkan doa-doa kami dihadapan puteramu Yesus Kristus, dan bimbinglah kami selalu. Salam Maria ...
 Suster, bapak ibu guru dan anak-anak yang terkasih, ibadat Jumat I sudah selesai. Marilah kita mohon berkat dari Tuhan.
I : Tuhan sertamu
U : dan sertamu juga
I : semoga kita sekalian dilindungi, dibmbing, dan diberkati oleh yang Maha Kuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin
 Lagu Penutup :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar